Senin, 30 Juni 2014

FASILITAS NEGERI AKHIRAT KEPADA ORANG YANG BERPUASA

KURMA (KUliah RaMAdhan) hari pertama di masjid Al-Hikmah KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan, oleh Ust. M. Rosyid Bakhabazi, Lc.

Masa Kenabian Rasullahu SAW adalah 23 tahun, terbagi menjadi dua bagian:
1. Makiyah, tahun kenabian, lamanya 13 tahun. Adalah masa Tarbiyah Imaniyah.
2. Madaniyah, tahun hijriah, lamanya 10 tahun. Adalah masa peletakkan hukum-hukum Islam.

Kewajiban puasa diberlakukan pada tahun ke-2 Hijriyah, bersamaan dengan tahun diberlakukannya hukum zakat. Sedangkan kewajiban Haji diberlakukan pada tahun ke 6 Hijriyah.

Mengapa pemberlakuan kewajiban puasa itu di-ta’khirkan? Adalah karena ibadah puasa membutuhkan bekal kekuatan keimanan yang memadai. Seperti halnya larangan khamr yang diberlakukan secara bertahap, karena jika sekaligus akan berakibat beratnya dilaksanakannya kewajiban itu.

Puasa itu mendidik manusia untuk selalu berorientasi ke akhirat. Karena fasilitas-fasilitas yang dijanjikan bagi yang melakukan ibadah puasa itu hal-hal yang abstrak, ghoib, bersifat ukhrawiy.

Fasilititas-fasilitas itu seperti: ampunan bagi dosa-dosa, juga pintu khusus ke Surga bagi para ahli puasa yang dinamakan pintu Ar-Rayaan.

Semoga kita sukses dalam jalani puasa tahun ini, dan dapat mengantarkan kita untuk memasuki surga melalui pintu “Ar-Rayaan”.

Aamiin.

Jumat, 27 Juni 2014

Tarhib Ramadhan 1435 H di Masjid Al-Hikmah KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan.

“Kita sedang berada dalam antrian menuju loket kematian…” Kalimat ini dipilih sebagai kalimat pembuka oleh Ust. Hidayatur Rahman, saat memberikan taujih dalam acara Tarhib Ramadhan 1435 H di Masjid Al-Hikmah KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan, Kamis tanggal 26 Juni 2014.
Lalu dilanjutkan dengan penjelasan tentang 3 (tiga) hal yang kita butuhkan untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, yaitu: N-P-P.

N adalah Niat. Niat itu visi sekaligus motivasi. Untuk menjadi pribadi yang berkarakter. Dan karakter memiliki 8 tangga,  dengan 3 tangga pertama di pikiran yaitu: (1) Lintasan pikiran, (2) Memori, dan (3) Gagasan. Sedangkan 2 tangga berikutnya ada di hati, (4) Kemauan, (5) Tekad. Selanjutnya ada di prilaku, (6) Tindakan, (7) Kebiasaan, (8) Karakter.
Puasa adalah sarana membangun karakter yang kuat. Puasa dapat menjadikan kita memiliki “kecerdasan kemalangmelintangan”, adalah kecerdasan untuk selalu dapat menghadapi kesulitan dalam kondisi apapun.

P (yang pertama) adalah Persiapan. Ada empat persiapan:  (1) persiapan akal dengan ilmu, (2) persiapan hati dengan dzikrulloh, (3) persiapan harta dengan rencana keuangan, (4) persiapan fisik dengan olah raga yang cukup.

P (yang kedua) adalah Perencanaan. Qur’an surat Al-Hasyr ayat (18) “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Ayat tentang perlunya membuat rencana untuk "hari esok" berdasar analisa data yang telah terjadi.
Sesuai survey 97% orang sukses itu karena memiliki personal goal. Hanya 3% orang sukses yang merasa sekedar kebetulan saja.

Mari bersama rencanakan aktivitas Ramadhan kita, semoga Alloh selalu memberkati, sehingga kita bisa sukses menjalani "Institut Ramadhan" di Masjid Al-Hikmah KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan.

Aamiin.

Kamis, 19 Juni 2014

Kita putuskan saja, kita BAHAGIA sekarang juga...

Ini tentang kapan kita putuskan untuk bahagia....

Terkadang kita sendiri yang membuat tembok atas kebahagiaan kita. Dengan membuat syarat-syarat yang sebenarnya tidak perlu. Seperti kalimat "Alangkah bahagianya nanti setelah pensiun." atau "alangkah bahagianya jika aku tidak lagi di kantor ini." Padahal dari kalimat itu, kita sedang menyatakan bahwa "Saya saat ini tidak sedang bahagia."

Cobalah untuk selalu menganggap bahwa hari ini adalah hari pertama kita dari rangkaian hari-hari terakhir kita.

......

Senin, 14 April 2014

Bekerja sebagai Ibadah

Kesan pertama di kantor baru, mungkin tak bisa mencerminkan yang sebenarnya, namun paling tidak ini bisa jadi bekalku untuk mengisi banyak waktuku nanti. Karena bagaimana pun juga akan banyak jam yang aku habiskan di setiap harinya di kantor ini.

Adalah pesan dalam billboard di halaman kantor yang menarik perhatian di saat pertama aku melangkah ke kantor ini.


"Bekerja sebagai ibadah.."
hmm,... relegius.

Ternyata kalimat tersebut tidak sekedar slogan, karena tema ini juga menjadi pesan pertama bapak Kepala Kantor saat memberikan pengarahan dalam Acara Pisah Sambut kami.

" Apapun yang kita lakukan di dunia ini pasti akan dimintai pertanggungjawaban." pak Heru Narwanta membuka dengan kalimat ini, lalu berjalan ke arah kami. Melirik ke salah seorang pegawai yang sedang hamil tua, tatapan matanya seolah berkata "ini contohnya". Kami tertawa.

" Termasuk uang gaji yang kita terima, berapa rupiah pun itu pasti akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena itu dalam doa sore, cobalah kita serius berdoa, tinggalkan semua pekerjaan, lalu kita bersama ingat-ingat kembali apa yang telah kita lakukan hari ini. Kita evaluasi. Apakah yang kita kerjakan hari ini pantas dan sesuai dengan rupiah yang telah kita terima dalam gaji kita?"

Terkait hal ini, dalam kesempatan yang berbeda Bapak Kepala Kantor juga menambahkan saat mengadakan pertemuan khusus untuk para pegawai baru... " Bisa jadi, para pekerja bangunan di luar sana akan lebih cepat masuk surga dibanding kita, karena dia bekerja dulu baru digaji. Jika dia tidak bekerja dengan benar akan dipecat. Sehingga pertanggungjawaban di akhirat sana menjadi lebih mudah untuknya. Berbeda dengan kita, sebagai pegawai negeri sipil, kita sudah digaji di awal bulan. Lalu di setiap hari kita bekerja itu untuk membayar utang kita pada negara. Jika ada menit-menit yang kita lalaikan, mestinya kita harus bayarkan esok hari, sementara hari esok itu adalah waktu kita membayar utang kita yang lain. Bagaimana kita bisa pertanggungjawabkan itu nanti di akhirat?."  

"Bekerja sebagai ibadah" adalah kalimat yang indah untuk menjadi dasar kita memahami arti integritas dan profesionalisme. Dua nilai dari lima nilai yang dimiliki Kementerian Keuangan.

"Bekerja sebagai ibadah" adalah kalimat dari langit, penggalan kata yang semakna dengan firman Alloh dalam surat Adz- Dzariyaat ayat 56 "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."

Wallohu a'lam.

Selasa, 03 September 2013

Kuliner, Sinergi rasa dan Komunikasi



Kuliner ternyata memang bukan hanya perkara makan saja. Ada seni di sana. Seni bagaimana menyinergikan rasa. Bagaimana menikmati sajian, dengan daya dukung suasana. Bagaimana keindahan lilin dan lampu taman, juga musik yang bisa menjadi bagian dari kelezatan rasa dalam sajian makan malam. Ini memang tentang sinergi rasa.

Jika boleh aku gunakan istilah Filosoup-i, adalah Filosofi Soup. Sebuah cara pandang atas kehidupan yang diibaratkan sop. Sop kehidupan; yang terdiri dari kesegaran rasa gurih, juga asinnya perhatian, pedasnya rasa marah, mungkin juga sedikit rasa manisnya kegembiraan…. Menyatu dalam sajian sop kehidupan.

Karena pada akhirnya kita butuh komposisi. Seperti racikan rasa pada masakan kita. Menaburkan gula dalam kopi pun bisa jadi banyak cara. Dan setiap cara akan hasil rasa manis yang berbeda. Gula bisa saja kita tuang terlebih dahulu dalam gelas, bisa pula gula ditaburkan saat air mendidih sudah tersedia dalam gelas, bisa pula gula tak perlu kita aduk melainkan kita biarkan larut oleh panasnya air yang mendidih. Ini pelajaran tentang komunikasi, di mana saat kita sampaikan kepada pihak yang sama bisa jadi beda hasil, jika beda waktu. Kita butuh saat yang tepat dan cara yang tepat untuk sampaikan pesan kita.... [bahan  pembukaan untuk acara perpisahan bapak RS. Suworo]

Kamis, 11 Oktober 2012

Sinergi The Avengers Team, 1+1>2



(Tulisan Ziza, seorang fiskus yang penyuka film)
Sudah pernah nonton The Avengers tentunya ya?? Film blockbuster yang direlease akhir April 2012 ini sukses meraup Rp.13.2 Triliun dalam waktu satu bulan saja. Tentu saja bukan kesuksesan The Avengers dalam meraup penghasilan fantastis yang memukau saya hingga ingin menuliskan sesuatu tentang film ini.
The Avengers mengajarkan saya tentang satu hal menarik, sinergi. Sesuatu hal yang mudah diucapkan namun sangat sulit untuk dilaksanakan. Terutama karena sinergi melibatkan bukan hanya satu orang, tetapi banyak orang dalam pelaksanaannya.
Ketika awalnya kita bicara mengenai bakat yang dimiliki para Avenger mungkin akan terbayang bila Thor -dengan kekuatan palunya yang sanggup menghancurkan apa saja-, Iron Man -dengan teknologi baju roboticnya yang super canggih-, Captain America -yang kuat-, Hulk -yang cerdas dan kuat-, Hawkeye sang Legolas modern, serta Black Widow -yang mumpuni dalam bertarung- akan dengan mudah menghancurkan kekuatan musuh dalam waktu singkat dan tentu saja, mudah.
Akan tetapi, bakat-bakat unggulan itu dibarengi dengan sifat yang fatal, yaitu ego yang tinggi. Captain Amerika merasa bahwa dialah prajurit senior yang seharusnya memimpin koordinasi para Avenger, sedangkan Iron Man merasa bahwa dia sebenarnya bisa mengalahkan musuh-musuhnya itu dengan teknologi yang dimilikinya, tanpa bantuan superhero lainnya. Lain halnya dengan Hulk yang sensitif dan sering emosi ketika mendengar kritikan dari Thor yang merasa dirinya dewa. Hanya Black Widow dan Hawkeye -yang notabene hanya manusia biasa tanpa kekuatan super sangar-  yang bersifat kalem serta tertata emosinya melihat para superhero lain berlomba saling meninggikan egonya.
Lalu, bagaimanakah nasib penduduk bumi yang menggantungkan kelangsungan masa depannya pada pundak mereka? Ketika Avengers masih sibuk berseteru dan sempat bertarung sendiri-sendiri dengan para alien yang jumlahnya ribuan pastinya banyak korban tak bersalah yang jatuh dan mati sia-sia. Hal itulah yang menyadarkan para Avenger untuk terus bersinergi. Menggabungkan kelebihan kekuatan yang mereka miliki untuk membela penduduk Bumi. Berkoordinasi mengenai strategi dan akhirnya kompak bahu membahu melawan para alien jahat.
Anda tentu dapat membayangkan susahnya menggabungkan enam orang superhero dengan bakat (dan ego) yang tinggi dalam satu visi dan misi. Dalam film tersebut diceritakan butuh waktu (dan tentu saja kerelaan) bagi para superhero untuk akhirnya  bersatu dan kompak menghadapi musuh yang tangguh. 
Nah, dari cerita panjang The Avengers tersebut, dapatkah kita mengambil sesuatu yang penting untuk digarisbawahi dalam keberlangsungan Direktorat Jenderal Pajak tercinta ini? Kalau saya, tentu saja bakat unggul para DJP’ers serta keberagamannya.
Di Direktorat Jenderal Pajak, walaupun dituntut untuk “bisa” dalam berbagai bidang, tentunya akan ada pegawai-pegawai yang unggul dalam bidang atau keahlian tertentu. Kita bisa melihat kelihaian Bapak Dedi Rudaedi berbicara dalam berbagai media menghadapi pemberitaan negatif DJP belakangan ini.
Pun begitu, di level bawah, saya pribadi kagum dengan para pegawai yang terpilih sebagai Pegawai dengan Kinerja Terbaik Tahun 2012 (kebetulan saya terlibat sebagai panitia acara) kemarin. Ketika bertemu dengan mereka, terasa sekali atmosfer unggul itu positif.
Dalam pikiran saya, langsung tergambar bahwa mereka pasti pegawai yang benar-benar profesional seperti para Avenger itu. Memiliki bakat dan pemikiran lebih maju dalam pekerjaan mereka. Walaupun tak berbicara banyak, presentasi mereka menyingkapkan banyak hal mengenai ide dan pemikiran cerdas tentang pekerjaan yang dihadapi dalam kesehariannya.
Tetapi, apakah dalam keseharian itu, mereka bekerja sendiri? Apakah mereka tergolong “one man show” yang kelihatan unggul dalam pribadi namun payah dalam kerjasama tim?
Ah, singkirkan jauh-jauh perasaan itu. Sifat egois dalam pribadi mereka tak kelihatan sama sekali tuh. Yang ada malah sifat ingin memperbaiki DJP secara bersama-sama, bersinergi dan satu kesatuan tim. Karena mereka menyadari bahwa sinergi itu penting sebagai salah satu nilai-nilai Kementerian Keuangan.
Pandangan saya sendiri, sinergi kadang sesuatu yang “langitanbanget. Apalagi bila bertemu dengan orang-orang berbakat  yang cenderung one man show . Wah, sudah pasti ego tingginya yang akan selalu dikedepankan.
Terlalu pesimis, eh?? Mungkin saja. Untung saja pikiran buruk saya perlahan-lahan bergeser dengan bertemunya saya dengan orang-orang berbakat yang positif. Selain bertemu dengan para petugas yang terpilih sebagai Pegawai Berkinerja Terbaik tahun 2012,  saya juga bertemu dengan orang-orang positif di Forum Pelayanan Kanwil DJP Jawa Tengah I.
Dalam forum tersebut terasa sekali bahwa sinergi bukan sesuatu mengenai keseragaman, bahkan dibutuhkan keragaman dalam mencapainya. Keragaman dan perbedaan potensi tersebut saling mengisi dalam level sistem, sehingga menimbulkan efek 1+1>2.
Waw, benarkah? Pasti benar. Dalam salah satu artikel yang saya baca, sinergi berkaitan erat dengan salah satu sifat dari sistem, yaitu emergence.  Emergence adalah sifat yang muncul ketika elemen-elemen dalam sistem tersebut disatukan dan dirangkai menjadi system properties yang tentu mempunyai fungsi beberapa kali lipat dibandingkan bila element-element properties tersebut bekerja sendiri.
Gampangnya, hal tersebut dapat saya lihat pada menu makan siang saya yang terdiri dari nasi putih dengan lauk rendang dan sayur daun singkong. Paduan pas dari elemen-elemen makan siang saya membuat nilai tambah yang membuat saya lebih berselera makan daripada saya harus makan nasi putih saja atau malah daging atau sayur singkong secara terpisah.
            Lalu, bagaimana menyatukan segala macam perbedaan tersebut supaya pas dipadukan dan saling mengisi, bukan saling bersaing atau malah menyerang? Jawabannya adalah niat baik, pengertian, sangka baik, saling menghormati dan saling percaya.
Niat baik akan menjadikan awal suatu pekerjaan terasa lebih ringan dan bersemangat, seperti halnya semangat dr. Bruce Benner (Hulk) dalam pekerjaannya sebagai peneliti. Pengertian akan membuat batas kesabaran seseorang terhadap kelemahan yang lain menjadi lebih baik seperti sifat pangerten sang Captain America, sedangkan sangka baik, saling menghormati, dan saling percaya akan membuat tim lebih solid serta lebih maksimal sebagaimana Avengers Team dalam menghadapi musuh-musuhnya.
Off course, it’s always easier to say than to do. Tapi semua harus belajar, belajar itu sendiri tidak terbatas waktu dan tempatnya bukan? So come on, lets start to learn about 1+1>2. The whole is greater than the sum of its elements

Selasa, 13 Maret 2012

PNS yang tidak boleh kaya


Ada yang bilang PNS tidak boleh kaya, tapi itu tidak masalah, karena memang tak ada dalam cita2 menjadi kaya; dan tak harus kaya kan untuk jadi bahagia...
Mas Noer Nurkidin Kata siapa ga boleh kaya ???? hahahahahaha, Kaya hati dengan perbanyak shodaqoh, Kaya Ilmu dengan berbagi ilmu yang bermanfaat, Kaya Fikir dengan memikirkan nasib kita setelah mati, Kaya Jiwa dengan perbanyak istighfar.....
'Erwin Saripudin As' maksud nya, mungkin : PNS tidak boleh kaya, kalau mau kaya jangan jadi PNS atau dibalik Kalau mau kaya jangan jadi PNS, karena PNS tidak boleh kaya ... he he he
Ashari Mazmei lebih baik PNSBAHAGIA......... trus yang lainnya boleh ikutan donk
Hapsari A Wibowo adakah dalam hati kita yang tak punya cita2 untuk kaya...hayooo jujur....
Nugroho Putu Warsito jujur: tidak... hehehe... jika harus kaya itu semata tugas yang harus dijalankan saja.... Kerja keras harus, tapi kaya atau tidak kaya itu hanya akibat saja....
Freds Rajendra klo mo kaya ya bisnis aja kaya Rosul....
Hapsari A Wibowo hi..hi...setiap kerja keras kan pasti ada target2 yang di capai..semoga masih banyak PNS yang jujur, kaya, banyak sodaqoh dan berbahagia....
Nugroho Putu Warsito kerja keras - kaya/miskin (sama saja) - bermanfaat - takwa - bahagia
Freds Rajendra kan bukannya kita juga harus kaya supaya bisa memberi yg miskin...
Nugroho Putu Warsito orang kaya lebih mudah untuk bermanfaat bagi orang lain, namun tidak harus kaya untuk menjadi bermanfaat.... hehehe
Freds Rajendra judulnya kaya boleh kan...???
Freds Rajendra punya duit 1 milyar aja dah disorot...???susah emang orang Indonesia
Freds Rajendra udah ntar beli safety box yg besar aja...ga usah simpen di bank
Su Hartono  Katanya untuk menghitung kekayaan yg sesungguhnya adalah berapa harta yg dibelanjakan di jalan yg benar. Jadi semakin kaya maka jumlah harta yg masih dimilik (tertitipi)i semakin sedikit, demikian sebaliknya kalau ada orang punya rekening gedut mungkin saja dia orang miskin karena tidak ada harta yg dibelanjakan di jalan yg benar
'Hildan Salam Smangat Siapa pun boleh kaya kok Pak. Yang melarang PNS utk kaya hanya belum bijaksana dlm memandang hidup ^_^
Moch Romadhon Budi Yuwono kaya & bahagia adl pilihan, menjadi kaya & bahagia banyak cara & pilihannya, maka pilih cara kaya & bahagia ala Rasulullah & para Sahabat......
Hesti Kurniasih klo kaya bs lebih banyak menolong orang dengan kekayaan yg dimilikinya :D
Nugroho Putu Warsito jika tidak bercita-cita kaya, kita lebih mudah untuk bahagia dalam kondisi kaya maupun miskin...

Jadi setelah coba direnungkan, diperbincangkan dengan beberapa pihak, tetap saja… tidak ada dalam daftar “keinginanku” untuk menjadi kaya.  Kaya bagiku adalah hasil saja, hanyalah konsekuensi logis dari kerja keras. Itu pun belum tentu, karena kadang kerja keras sekali pun tidak membuat kita menjadi kaya, dan itu tak masalah. Kaya menjadi mimpi, menjadi cita-cita, menjadi keinginan, hanya akan menciptakan sakit hati saat tidak bisa mencapainya. Coba bandingkan jika yang menjadi cita-cita, mimpi, harapan itu “bahagia”…. Maka, bahagialah kita, dengan kaya ataupun tidak kaya. Karena tak harus menjadi kaya untuk bisa bahagia. Karena bahagia itu cara pandang sebagai mana cerdas itu gaya hidup.
Lalu apa bahayanya bercita-cita menjadi “kaya”? Sebenarnya sih tidak apa-apa. Namun berpotensi pada kesalahan cara pandang. Dengan menjadikan “kaya” sebagai cita-cita itu seperti mengkerdilkan cita-cita kita untuk sekedar “kaya”. Oh ya, maaf, pengertian “kaya” di sini itu “kaya” harta ya… bukan kaya secara lebih umum, seperti kaya hati, kaya cinta…

Ingin menjadi Kaya harta, itu adalah salah satu sebab kerusakan system sosial kita. Karena keinginan tersebut bisa mengundang seseorang menjadi “curang“.

Selasa, 28 Februari 2012

Lalui Badai sekali lagi


Para penjahat anti reformasi itu rajin menyebar kabar bahwa reformasi birokrasi telah gagal; mereka berharap reformasi berhenti. Tapi PASTI mereka keliru....
Top of Form
adalah konspirasi, mereka yang membangun opini negatif dan para pendukung kesesatan itu, mereka bermain di ranah sistem, kaderisasi pelaku, juga media... konsipirasi itu semakin kasat mata.
bagi para pendukung kerusakan di muka bumi ini, reformasi itu menyebalkan... perbaikan itu musuh utama mereka.

Namun Reformasi Birokrasi DJP PASTI berlanjut... Soliditas internal menjadi hal yg utama, jangan biarkan "kepentingan2" kekuatan anti reformasi itu mengoyak ikatan kita...Bottom of Form


Seorang yang visioner akan bekerja lebih berkualitas; teringat Abu Darda' yang bergumam "Surga.. surga.. surga" saat hendak menghadang lawan dengan pedangnya. Kepada teman2 di Direktorat Jenderal Pajak yang berjuang pertahankan Reformasi Birokrasi, lakukanlah untuk tujuan yang lebih jauh, selamatnya Reformasi DJP adalah langkah awal selamatnya Reformasi Birokrasi di seluruh negeri.

Senin, 26 Desember 2011

“Peringatan Hari Anti Korupsi” Kanwil DJP Jakarta Khusus Tanggal 9 Desember 2011

Tidak lama setelah pindah kantor baru, di komplek Kalibata, mendapat amanah menyemarakan hari Anti Korupsi Sedunia, tanggal 9 Desember 2011. Berkat dukungan tim yang solid yang merupakan perwakilan dari 9 kantor, akhirnya acara berjalan dengan lancar. Ini aku sampaikan skenario performance tentang "Integritas dan Anti Korupsi"


“SENTILAN - SENTILUN”
Dalam episode: Korupsi itu basi….

01  Sentilan dan Sentilun berbincang tentang bagaimana Reformasi mendorong semua lapisan masyarakat menolak Korupsi…..  Namun ada beberapa kalangan yang justru menikmati masa-masa sebelum reformasi… (khususnya di dunia perpajakan) [Andi dan Awang]

02 Setting: Café
Dua orang bartender bercakap tentang kondisi café-nya, dan seorang pelanggan  (Pengusaha 3);  [Winardi, Harry, Iwan]

pelayan masuk denga muka kusut, diikuti dua orang pelanggan (pengusaha 1 dan pengusaha 2) dengan muka yang sama… [Winardi, Harry, Iwan, Bella, Bedur, Indra]

03 Tayangan berita di tivi:
-          Demonstrasi mahasiswa mendorong pemerintah memberantas korupsi…..
-          Komentar masyarakat tentang korupsi….
[Anom, Nunung, Reni, Didin, Bambang, Heru]

Tiga orang pengusaha itu berbincang tentang laporan pajaknya…
Pengusaha 1 : nakal, lebih suka jika tidak ada reformasi pajak…
Pengusaha 2 : oportunis yang penting sih aman.. kalo reformasi ya sudah… balik ke yang dulu juga OK
Pengusaha 3 : idealis, dia yakin kantor pajak sekarang sudah berubah.
[Winardi, Harry, Iwan, Bella, Bedur, Indra]

Dua cewek, datang ke Café, mereka karyawati centil yang mendapat tugas dari Boss-nya untuk merayu petugas pajak (AR)… [Vega dan Cory]

04  Sentilan dan Sentilun berkomentar ttg niat “jahat” di Café itu akan dijalankan di kantor Pajak… [Andi dan Awang]
Karyawati centil merayu AR agar mau jalan bareng…. Namun AR menolak, dia khawatir akan mempengaruhi pelayanannya terhadap WP (diskriminatif), apalagi  jika nanti “kebablasan”… bisa2 jadi masuk kategori tindakan tidak terpuji….[Vega, cory dan Fahmi]

Berikutnya si Pengusaha berbincang dengan Pemeriksa pajak; ia berencana tawarkan sejumlah uang… dengan harapan hasil pemeriksaannya bisa diatur; ternyata si pemeriksa justru menyerahkan surat pernyataan di awal pemeriksaan, untuk tidak memberikan uang, barang, atau imbalan dalam bentuk apapun kepada petugas pajak....  WP itu tidak percaya…  petugas pajak menunjukkan banner/leaflet tentang peran wajib pajak dalam reformasi birokrasi, yaitu: (1) Jangan berinisiatif menawarkan untuk memberikan imbalan kepada petugas, (2) jika ada petugas yang mengajak berKKN maka laporkan, (3) jalankan semua kewajiban perpajakan sesuai prosedur. [Indra, Bagas]

05. Sentilan Sentilun muncul, berikan kata penutup. [Andi dan Awang]

Minggu, 23 Oktober 2011

Monolog “NASIB SI NASIB” [performance tentang INTEGRITAS]


[intro musik lagu Jawa/ Nasib masuk, boleh saja sambil jogged]
Namaku Nasib, aku wong ndeso, aseli nggunung kidul, gak percaya? Ya lihat saja… [ngangkat kaki, terus meregangkan jari2nya] wong jari-jarinya aja njeber, megar, khas kaki yang sering jalan jauh dan nyeker ndak pake sepatu…..

Namanya aja wong ndeso, orang tuaku tentu saja wong ndeso juga…  tapi aku bangga sama bapakku, dia seorang petani, dia jago ilmu prihatin dan selalu bersyukur… pernah aku mengeluh, kok kita gini2 saja sih pak… gimana bisa bersyukur, wong hidup susah terus.. kapan kita kaya?
Kata Bapak: huss.. jangan gitu, kaya itu bukan karena banyaknya harta, tapi kaya itu terletak di “sini” [dia nunjuk dadanya] dan jangan nunggu bahagia dulu baru bersyukur, tapi bersyukur dulu pasti bahagia itu datang….

Namun berkat tresnane Gusti Allah, aku dapat kesempatan sekolah lumayan tinggi… jadi Sarjana [pakai toga].

Apalagi akhirnya, dapat diterima jadi PNS di kementerian Keuangan… [toga dilepas, dipakain kemeja plus dasi] walaupun gradingnya masih grading terendah… lumayan, ndak papa deh… hmm…. Alhamdulillah yak, “sesuatu” banget….

Singkat cerita, SK Penempatan pertamaku keluar…. Hmmm, mau tahu aku penempatan di mana? Mau tahu? Mau Tahu? Mau tahuuuuu???? Kita ikuti dulu yang satuuu ini…..
 [tarian kecak……]

Yaaa… penempatan pertamaku di pulau nan Indah, yang slogannya “every day is holyday”
Hmmm…. Enak banget…
Ada banyak holyday,
Ada banyak bule,
Juga cewek2 kece ….
Malah ada juga yang ote-ote.. hehehehehe
[Nia datang menggoda...]
 
Waduh banyak betul godaannya…. [Nasib ngeces] srup!
Godaan terberat adalah saat Nia gadis “gaul” itu datang. Dia cantik. Jago betul menyenangkan hati orang, emang sih suka dugem dan ejeb2… atau ngajakin nenggak arak dan masrum bali… hmmm, bisa lupa semua beban…

Malaikat datang menggandeng “Hasanah”, dia mengingatkan akan istriku di kampung…

Syetan datang berbisik sebaliknya… ayolah mumpung ada yang mauuuu….
Nggak!...
Aku masih takut dosa; lagi pula.. selingkuh itu kan perbuatan tercela…. Dan berarti itu contoh pelanggaran nilai Integritasku sebagai PNS di kementerian Keuangan…  aku tidak ingin membuat malu keluargaku, institusiku, juga Bapak Menteriku.. [tuing tuing tuing] 
so, aku katakan pada Nia... Lo Gue... End!!

Lepas dari denpasar, kirain bisa mendekat ke homebase di jogja, ternyata…… hiks… PAPUA!
Jika sebelumnya stress karena banyak godaan, di Papua stress juga karena kesepiaan…. Kebayang nggak sih… di tengah gelapnya suasana, yang teringat adalah Hasanah,sang istri terkasihku yang tertinggal di lereng gunung kampung halamanku… hiks… Cintaku terhalang ruang dan waktu…. [lagu Kangen]

Dan papua aku tinggalkan… karena SK Mutasi itu membawaku ke ibu kota…. [lagu ke Jakarta aku kan kembali]… 

Jakarta kota yang menawarkan banyak mimpi,
Denyut nadinya serasa tak pernah berhenti...

tiap hari godaan datang lalu lalang...
ada yang datang menawarkan sekardus durian,
lalu ada juga yang membawa apel malang...

dan saatnya kok ya tepat; aku lagi butuh banyak duit...
hasanah istriku itu, masih di kampung dan berharap bisa segera diboyong ke Jakarta, jadi butuh rumah....
belum lagi orang tua di kampung juga sudah lama nggak panen, karena kemarau panjang terus-terusan... bahkan informasi terakhir, sapi kesayangan Bapak sakit keras, butuh diopname, hiks...

Syetan datang, bisikan godaan...
Ayo ambil saja, ini kesempatan bagus, kapan lagi. Kami kan lagi pingin beli rumah, pingin bahagiakan orang tua, mungkin saja sudah takdirmu... ayoolah...

Malaikat datang mengingatkan....
jangaaaan, ingat dosa.. kamu mau keluargamu mengkonsumsi harta haram? ingat nasehat Bapakmu, bahwa kaya bukan pada harta, tapi ada di hati.. kalau tahu yang kau kirimkan ke kampung itu dari harta haram, pasti mereka menolaknya.

Syetan kembali merayu, 
Siapa bilang begitu, kan yang penting membahagiakan mereka, masak sih mereka tidak senang kalau dikirim uang buat usaha, atau kalau ada sisa belikan saja mobil, itu bisa buat mudik... hmmm. enak kan?

Malaikat menyanggah,
Jangan dengarkan syetan, dia hanya ingin kau jadi temannya di neraka... kamu percaya hari akhir kan? kamu mau, kamu dan seluruh anggota keluargamu ikut menemani syetan di neraka??

[tarik menarik antara dua pihak,,, di pihak syetan ada penyuap, nia sang penggoda; sementara di pihak malaikat, ada Bapak, Sapi, Hasanah]

Cukup!!
aku sudah muak, wahai Syetan dan kroni2nya... Enyah kau... Pergi... hus hus hus...

[senandung lagu "Sebelum Cahaya" by Letto]
Astaghfirullohal'adhim
Lindungi aku ya Alloh, dari godaan Syetan yang terkutuk....

Ya Alloh ya Tuhan Kami, Engkaulah Penguasa gerak hati, tetapkanlah hati kami dalam ketaatan kepadaMu...

Ya Alloh Yaa 'Azizu, Dzat yang Maha Perkasa, berikanlah kami segenap PNS di kementerian Keuangan ini Kekuatan agar dapat menjalan Nilai2 Organisasi yang telah kami sepakati, karena sungguh Pelaksanaan Nilai2 Organisasi  tersebut adalah bukti nyata Iman kami kepada-Mu....

Aamiin.....

[ditulis sebagai skenario untuk performance di Value Gathering bersama Menteri Keuangan]

Selasa, 20 September 2011

para pengabdi tertunduk malu

Seperti percakapan kita di satu siang,
tentang perjuangan para abdi bangsa....
yang terpaksa tertunduk malu,
saat alasan nasionalisme itu dianggap tabu.

Badai yang mungkin sengaja diciptakan itu,
adalah perkara yang tidak boleh dihindari
melainkan harus dihadapi.
Karena dalam badai, yang bisa kita lakukan adalah terus berjalan sahaja
dan yang bisa membuat kita terus berjalan adalah keyakinan dan cinta....

Namun seperti percakapan kita siang itu,
bahwa cinta pada negeri ini, yang selama ini menjadi alasan kami -para pengabdi- ini tetap bertahan,
telah dituduh naif oleh mereka yang merasa berhak berkuasa atas opini publik. Huh!

Selasa, 23 Agustus 2011

Kampanye Simpatik Jelang Idul Fitri 1432 H

Kanwil Pajak Jakarta Khusus selalu ingin lebih dekat dengan masyarakat, karenanya sudah menjadi tradisi setiap tahunnya untuk mengadakan Kampanye Simpatik dengan tujuan menyapa para pemudik menjelang lebaran. Pada tahun ini, Kanwil Pajak Jakarta Khusus memilih Terminal 1 B Bandara Soeta. Pada Tanggal 23 Agustus 2011, jelang maghrib, bekerja sama dengan pihak bandara mebagikan takjil dan Traveling Kit, Booklet Hak dan Kewajiban Wajib Pajak, dan Komik "Ayahku Pembayar Pajak" kepada para penumpang.

Seru juga, respon mereka sangat positif. Bahkan salah seorang penumpang yang mengajak dua puterinya, memberikan apresiasi, bahwa DJP mau mengenalkan Pajak sejak dini kepada anak-anak, dan terbukti saat itu dua puterinya langsung asyik menikmati cerita komik tersebut.

Semoga Pajak semakin dekat dengan masyarakat.

Jumat, 12 Agustus 2011

Berbagi Takjil - PEGASUS

Di bulan Ramadhan tahun ini, Persaudaraan Pegawai Kanwil DJP Jakarta Khusus [PEGASUS] mengadakan acara pembagian Ta’jil gratis kepada pengguna jalan di depan KPDJP, Jl. Jend. Gatot Subroto. Acara tersebut diadakan setiap hari Kamis dengan melibatkan para pegawai yang memiliki waktu senggang di sore hari.



Paket Ta’jil yang dibagikan berupa roti, air mineral, dan buah kurma, yang tiap pekannya dibagikan sebanyak 250 paket. Acara pembagian Ta’jil tersebut dimulai 15 menit sebelum adzan maghrib berkumandang. PEGASUS  sejak pertama didirikan memilki dua fungsi, yaitu fungsi kebersamaan dan fungsi sosial. Acara pembagian takjil ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi sosial tersebut,  dengan niatan membantu pengendara untuk bisa menyegerakan berbuka puasa, dan tentu saja sekaligus sebagai sarana perbaikan Citra Direktorat Jenderal Pajak di mata masyarakat.