Tampilkan postingan dengan label perpisahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perpisahan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2017

Dita

banyak kata terwakili oleh senyuman
bermakna ketulusan,
kesiapan untuk berikan bantuan,
namun terkadang juga serupa harapan untuk dimengerti

saat harus menggunakan kata pun
kau memilih senyap sebagai latar
volume yang berbatas, memaksa kami perlahan mendekat
caramu indah membuat semua lebih personal

walau tenang, nyaris tanpa gelora
bahkan saat benturan keras datang pun tetap dengan senyuman
kau sejatinya bergerak cepat
kupu-kupu yang sigap terbang cepat, namun tetap anggun
tak goyangkan ujung daun.

kebersaaman di ruang kerja, yang tetap senyap
namun hangat dan dekat
kami pasti rindu.

Selamat berkarya di tempat baru, teman.

Waskon Empat Mampang Prapatan.
~Fant4stic~


Selasa, 03 September 2013

Kuliner, Sinergi rasa dan Komunikasi



Kuliner ternyata memang bukan hanya perkara makan saja. Ada seni di sana. Seni bagaimana menyinergikan rasa. Bagaimana menikmati sajian, dengan daya dukung suasana. Bagaimana keindahan lilin dan lampu taman, juga musik yang bisa menjadi bagian dari kelezatan rasa dalam sajian makan malam. Ini memang tentang sinergi rasa.

Jika boleh aku gunakan istilah Filosoup-i, adalah Filosofi Soup. Sebuah cara pandang atas kehidupan yang diibaratkan sop. Sop kehidupan; yang terdiri dari kesegaran rasa gurih, juga asinnya perhatian, pedasnya rasa marah, mungkin juga sedikit rasa manisnya kegembiraan…. Menyatu dalam sajian sop kehidupan.

Karena pada akhirnya kita butuh komposisi. Seperti racikan rasa pada masakan kita. Menaburkan gula dalam kopi pun bisa jadi banyak cara. Dan setiap cara akan hasil rasa manis yang berbeda. Gula bisa saja kita tuang terlebih dahulu dalam gelas, bisa pula gula ditaburkan saat air mendidih sudah tersedia dalam gelas, bisa pula gula tak perlu kita aduk melainkan kita biarkan larut oleh panasnya air yang mendidih. Ini pelajaran tentang komunikasi, di mana saat kita sampaikan kepada pihak yang sama bisa jadi beda hasil, jika beda waktu. Kita butuh saat yang tepat dan cara yang tepat untuk sampaikan pesan kita.... [bahan  pembukaan untuk acara perpisahan bapak RS. Suworo]

Rabu, 27 Juli 2011

pak Hadi dan dik Pika...

SK mutasi dan promosi itu berturut-turut terbit. Seolah gempa, menggeser barisan Laskar P2Humas Kanwil Khusus. Setelah Dedi dan Anis, menyusul pak Hadinengrat yang harus turun gunung memimpin Seksi Pelayanan di Kantor Pelayanan, dulu membimbing Pelayanan, sekarang langsung melayani....

Tentang pak Hadi, aku banyak belajar dari cara dia memimpin Seksinya... hehe. Seorang Korelis yang tetap penuh perhatian ke bawahan. Yang sering aku rasakan, adalah saat kami dalam satu tim di Acara... biasanya dia jadi penanggung jawab seksi acara, sedang aku jadi anak buahnya. Dan di akhir acara, dia pasti meluangkan waktu untuk mengapresiasi acara kami. Walau sekedar jabat tangan dan sedikit komentar, kami sudah cukup bahagia... hehehe, thanks Pak...

Tak lama setelah itu, ada SK pengangkatan AR... dan hiks... giliran dik Pika yang masuk dalam daftar. Gembira sebenarnya, karena itu berarti "promosi" buatnya, tapi jadi sedih.. belum siap ditinggalkan olehnya. Terlalu banyak kenangan bersama. Ia serupa "adik kecil kami di bidang ini... hiks.... Dan ini juga berarti tingal aku yang tersisa di laskar [pelaksana] P2Humas jamannya awal blog ini aku buat.... silahkan tengok di sini Laskar P2Humas.

Tapi bagaimanapun juga, ini sudah menjadi putusan. Tidak ada pilihan. Kami hanya bisa mencatat dalam kertas kenangan kami, bahwa kita adalah satu keluarga dalam garis darah "P2 Humas"... hehehe...

Pak Hadi dan dik Pika, Jangan delete nama kami ya... dalam phonebook hatimu.

Minggu, 15 Mei 2011

Family Day kami..... "menjalin cinta"

terima kasih bu Heny... sekeluarga
 
Sekali lagi ini tentang bagaimana bekerja dengan melibatkan "hati". Ketika ada dua orang teman yang kena mutasi eh, promosi [mas dedi dan mbak anis], dan seorang teman yang hendak cuti melahirkan [mbak septiana]... tercetus ide untuk berkumpul bersama dengan membawa keluarga masing-masing; bunda Heny yang siap menjadi tuan rumah...

Sambutannya begitu "serius", dengan semua anak yang mendapat bagian kado; Falih [mbak Anis], Annisa dan Raga [mas Dedi], Kila dan Thariq [mbak Rupika], Haya dan Bunga [Putu], dan Sifa [bunda Henny] begitu bahagia... terlebih ada Annisa yang memang kebetulan sedang memperingati ulang tahunnya yang ke-9. Menu makanan dan minuman yang beragam, tentu ini begitu dinikmati oleh mas Ikma yang memang sedang "semego", juga berbagai permainan buat anak-anak... pembacaan dongeng, arisan kata, dan tebak kata dengan gerakan tubuh... Heboh. Seru. Dan dua kata yang mewakili hari ini: Luar Biasa. Oh ya, ada beberapa nama lain yang belum aku sebutkan... mas Arif -ayah Falih- mas Arifin -ayah Kila dan Thariq-, Sulung -warga baru di P2humas-, juga mas Budhi -Darmaji- dan tentunya Tuan Rumah pak Wahyu dan Ical....

Bagiku, hari ini adalah satu hari dari rangkaian satu pekan "keluarga", dimulai dengan tanpa sengaja mengikuti kajian tentang Pola Asuh anak di KPP Madya, dilanjutkan dengan menikmati hari Sabtu dalam Family Day di sekolah Bunga, kajian ahad pagi bersama Kader Dakwah Cikiwul yang kebetulan materinya juga tentang keluarga, dan diakhiri dengan Family Day versi bidang P2Humas... Semoga ini menjadi bekal untuk-ku, agar tetap mampu menjaga indahnya kebersamaan ini... di tengah badai masalah, tetap erat berpegangan dalam cinta. Semoga.

Rabu, 29 Desember 2010

aku ingin belajar dari bapak,


[ untuk Bapak Sutrisno Ali ]
aku ingin belajar dari bapak,
tentang bagaimana menjadi karang saat ombak datang menampar;
keras, terkadang sangat keras
namun kokoh tanganmu terus menggenggam keyakinan itu...

aku ingin belajar dari bapak,
tentang bagaimana menerjemahkan keteguhan dalam tatapan tenang;
tentang bagaimana menahan deburan itu,
dan mengubahnya menjadi riak-riak tipis saja....

aku ingin belajar dari bapak,
tentang bagaimana tetap bekerja dengan cinta
hingga segegap gempita apa pun badai datang,
mudah saja kau hadapi dengan senyuman....

aku ingin terus belajar dari bapak,
tetap dekat di sisi...

namun ketetapan berkehendak lain
karena hidup adalah rangkaian waktu
yang detiknya berguguran satu demi satu...
tanpa bisa kita hentikan.

Selamat menjalani masa purna bhakti, bapak.
Jangan hapus nama kami di hati bapak.....

Selasa, 13 Juli 2010

senyum bu Ana....

senyum itu selalu memenuhi ruangan kita,
menjadi matahari di sepanjang hari,
menjadi suluh yang menerangi,
menjadi peta yang membimbing setiap langkah.

senyum itu adalah bingkisan indah,
selalu ada di setiap acara yang kita rangkai
selalu saja menemani;
bahkan di saat-saat penuh tekanan...

senyum itu adalah senjata ampuh,
menaklukkan setiap hambatan,
didukung pemilihan kata yang santun,
namun tajam menghunjam sasaran....

senyum itu adalah senyum-mu Bunda...
adalah pelita dalam gulita badai amanah,
adalah tempat bersandar jiwa-jiwa lelah,
adalah tabik erat yang bimbing setiap langkah...

Selamat jalan Bunda,
Selamat berjuang di kampung halaman...
Kami pasti merindukan senyum-mu itu.

[untuk ibu Porman Romianna Manihuruk, saat melepas bunda kembali ke medan...]

Rabu, 09 September 2009

Persembahan ntuk Pak Hario Damar (Badora Satu ke TTKI)

(lagu “Dengarkan Curhatku” by Vierra)
“Dengarkan curhatku tentang dirinya
Betapa anehnya tingkah lakunya”

(-Puisi- ibu Harni)
“ Kita bersama memang tidak terlalu lama,
namun cukup untuk belajar...
bagaimana perlakukan amanah ini;
sehingga kadang, rapat jauh menembus jam kerja kami...”

(lagu” Hancur Hatiku” by Olga)
Hancur... hancur... hancur hatiku 2X
Engkau pergi tinggalkan aku, hancur hatiku

(-Puisi- pak Primbang)
“ Sejenak bersama,
rasanya tersiram oleh padatnya makna
bagaimana tidak, jika setiap detik menjadi penuh beda;
bukan sekedar penerimaan, melainkan terus gali potensi
dan jangan pakai cara biasa....”

(lagu .........)
“Bapak2, ibu2, siapa yang mau ikut TTKI
Janganlah malu2 daftar saja padanya...
Pasti Bapak terima dengan tangan terbuka...”

(dibaca oleh dua Sekretaris: Iyan dan Tari)
-Iyan-
“ Mencoba membaca dari yang Bapak bawa,
tersadar bahwa mesti jadi yang terbaik
dalam setiap tugas yang kami emban...”
-Tari-
“ Kadang nampak aneh, padahal itu inovasi;
kadang terasa menyebalkan, padahal itu sapaan untuk maju...”

-bersama-sama-
Selamat jalan Bapak, terima kasih atas hari-hari penuh makna itu....

untuk Pak Jhon Hutagaol

(mbak Ika)
10 bulan berlalu,
Tak terasa ratusan rapat telah terlewati....

(mbak Nia)
Time is profile,
terasa menyesakkan...
Harap2 cemas di sepanjang hari;
Seperti pil pahit yang terpaksa kami telan
Tidak nyaman memang, namun....
Dalam 2 setengah bulan, kami beranjak dari masa kritis
Hingga tercapainya target penerimaan.

(mbak Ika)
Sejenak bersama,
rasanya tersiram oleh padatnya makna
bagaimana tidak, jika setiap detik menjadi penuh beda;
bukan sekedar penerimaan, melainkan terus gali potensi
dan jangan pakai cara biasa....

(mbak Nia)
Jujur saja, kami “capek”
mengikuti irama yang Bapak mainkan
Seakan diajaknya kami melompat, sementara kaki kami masih tertatih.....

(mbak Ika)
Hingga hari ini,
Bapak beranjak, menghampiri tantangan amanah lain di tempat khusus
dan di sini, dalam hati kami... masih tertinggal kata-kata Bapak
Kadang nampak aneh, padahal mungkin itu memang inovasi;
kadang terasa menyebalkan, padahal itu sapaan untuk maju...

(bareng2)
Selamat Jalan Profesor, Terima kasih atas hari2 penuh makna itu....

(ditulis untuk acara perpisahan pak Jhon Hutagaol; KPP Pratama Jakarta Tebet - KPP Penanaman Modal Asing Satu 2009)

Kamis, 03 September 2009

Bunda Jetty....

Tidak terasa, waktu menggilas kita. Bunda harus beralih peran, tugas lain menunggu.
Beberapa tahun bersama Bunda dalam satu beban amanah… di kantor, aku belajar banyak hal. Terutama tentang bagaimana memimpin dengan cara yang “cair”, informal namun tetap tegas. Hal-hal penting, menjadi nampak mudah saat kita rapatkan dalam format berdiri di depan meja kerja, sambil sesekali berbincang tentang sinetron, dan gosip artis terkini….

Bunda mengerti betul bagaimana membeli “perhatian” kami, dengan perhatian Bunda yang begitu hangat ke kami. Sesekali Bunda menghampiri meja kerja masing-masing dari kami, lalu menanyakan tentang keadaan kami –pribadi-, keluarga… lalu terkadang secara tiba-tiba ada “bingkisan” untuk kami.

Bunda, terima kasih…
Telah berbagi cinta dalam setiap denyut nadi kerja kita. Menjadi hari-hari kita berlalu dengan penuh makna.

Selamat memasuki hari purna bhakti, Bunda Jetty!
Jangan delete nama2 kami dalam hati Bunda.
We love u.

*
Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta

Reff :
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama

Back to *, Reff

Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Kata cintaku 'tuk mama
Namun dengarlah hatiku berkata
Sungguh kusayang padamu mama

Back to Reff

Oh.................
Back to Reff 2x

Lagu cintaku untuk mama...