Minggu, 24 Agustus 2014

Opera Van Jampang (bahan Skenario untuk malam Keakraban ICV di KPP Pratama Mampang Prapatan)

Sinden (Dian dan Mirtha) nyanyikan satu lagu.
Iringan gitar. Lagu gaya sinden gitu deh.

Dalang Muncul, membacakan judul lakon malam ini….
 “ Putri Salju dan 7 Kurcaci”

Pada jaman dulu,di sebuah Kerajaan di negeri dongeng hiduplah seorang ratu yang cantik, namun kecantikan wajahnya tidak diikuti dengan kecantikan hatinya. Sang ratu memiliki seorang anak tiri yang telah beranjak dewasa, wajahnya yang cantik dan budi pekertinya yang luhur membuat banyak orang menaruh simpatik padanya ,tapi tidak bagi sang ratu,yang mempunyai sebuah cermin ajaib ini.

Pada suatu hari seperti biasanya yang sudah menjadi kegiatan rutin sang ratu yaitu selalu bersolek dan berkaca mengagumi akan kecantikannya yang konon tak ada yang menyaingi di seluruh negeri. Sang permaisuri pun bertanya pada cermin ajaibnya yang selalu menjadi rujukan, juga selalu berkata jujur.




Permaisuri            : cermin ajaib siapa yang tercantik di seluruh pelosok negeri ini?
Cermin ajaib        : putri salju la yah.
Permaisuri            :apa(sedikit kaget)putri salju.!!!!!

Karena merasa kurang yakin permaisuri pun bertanya kembali pada cermin,siapa tahu cermin itu hanya sekedar bercanda atau berbohong padanya.

Permaisuri            :cermin ajaib tolong katakan sekali lagi siapa yang tercantik di negeri ini?
Cermin ajaib        :putri salju,putri salju,please dech cin.jawab cermin
Permaisuri            :apa??(dengan mata melotot)Putri Salju….oh my good

Untuk ketiga kalinya permaisuri bertanya kembali pada cermin ajaib,kali ini dengan emosi yang sudah meluap-luap(kalau buat masak telor langsung matang kalee)

Permaisuri:cermin ajaib,siapa yang terncantik di negeri ini,ceeeeeeepat katakan padaku?

Cermin ajaib:berhubung anda telah tiga kali memangil daku,maka selamat anda mendapatkan satu buah payung cantik dan jawabanya adalah Putri Salju,teetep.

Mendengar jawaban itu dirinya serasa di sambar petir di siang hari,mata berkunang-kunang,badan gemetar, darah naik Sembilan puluh derajat, muka pucat pasi, mata melotot, keluar keringat dingin, susah buang air besar, tenggorokan gatal, makan tak enak, tidur tak lelap, encok,kesemutan, hidung tersumbat (banyak amat boo).dan dengan sangat marah yang sudah tak tertahankan dia pun melempar meja rias (kuat amat)ke arah cermin dan tepat mengenai sasaran,cermin ajaib pun pecah berkeping-keping.lalu dengan lantangnya permaisuri pun berkata,“Putri Salju,Tunggu pembalasanku” dengan tawa yang menggelegar(kayak mak lampir aja)

Akhirnya Sang Ratu mengusir Putri Salju. Dengan berat hati putri salju pun meninggalkan istana yang sangat di cintainya.meninggalkan semua orang-orang yang di kasihi untuk jangka waktu yang tidak bisa di tentukan. Dengan langkah yang gontai dia pun mengikuti ke mana langkah kakiberjalan.hari berganti hari,bulan berganti bulan,tujuh sumur telah di datangi, lautan di seberangi, gunung pun di daki.di tepi hutan dia pun beristirahat untuk menghilangkan lelah sambil Bernyanyi.

Lagu yang cocok… mbak Sinden yang pilih yaa

Tampak lah dari kejauhan sebuah rumah yang kecil mungil,dia lalu mendekati rumah tersebut untuk sekedar meminta seteguk air kalau bisa sama makannya juga(ngarep).setelah di ketuk-ketuk tapi tak ada yang membukan,sang putri pun memberanikan diri masuk ke rumah mungil yang tak terkunci itu.setelah mengamati seluruh isi ruangan ada yang terasa aneh dalam hatinya karena mulai dari tempat tidur, meja, kursi semuanya berukuran mini(kecil) dan semuanya sangat berantakan bagaikan kapal pecah dalam rumah itu.dengan penuh rasa cinta dia pun membersihkan semuanya,mulai dari merapikan tempat tidur,kursi,meja hingga menyapu halaman.setelah beres semuanya putri salju mulai memasak dengan bahan-bahan yang tersedia.Sang putri pun sangat menyukai film-film Bollywood, susah senang, gembira, sedih selalu bernyanyi apalagi di tempat itu banyak pohon dan bunga pas seperti suasana di India.

“masak-masak sendiri
Makan-makan sendiri
Cuci baju sendiri
Tidur pun sendiri
Cinta aku tak punya
Kekasih pun tiada
Semuanya telah pergi
Tak tahu ke mana

Lagi asyik bernyanyi tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar dan datanglah segerombolan orang anak bertubuh tidak kecil mungil (kurcaci) semuanya berjumlah 7 orang memasuki rumah itu. Mau tahu siapa saja kurcaci itu??
Mereka adalah:

Kurcaci Painem, tegas dan cerdas
Kurcaci Toti, asyek dan pandai bernyanyi
Kurcaci Helm, tenang dan ramah
Kurcaci Syam, kekar dan hangat
Kurcaci Seret, rapi dan oke
Kurcaci Djono, hati2 dan berwibawa….
Kurcaci Aris, renyah dan meriah

Mereka semua kaget karena rumah sudah dalam keadaan bersih dan tertata rapi.kurcaci itu lalu menuju dapur dan mendapati seorang gadis yang sedang memasak.

Kurcaci Painem: hey kamu siapa,dan apa yang kamu lakukan di rumah kami?
Putri salju              : nama daku putri salju,tadi aku sudah ketuk pintu tapi tak ada orang,jadi daku masuk,maaf yah
Kurcaci Toti           : mengapa kamu bisa sampai ke hutan ini?
Putri salju              : daku di usir oleh ibu tiriku dan sekarang daku gak punya tempat tinggal,sambil menangis
Kurcaci Helm       :sudahlah putri salju jangan terlalu banyak di pikirkan,kamu boleh kok tinggal di tempat kami
Putri salju              :benarkah itu semua(tak percaya)yang kau katakan sahabatku?

Kurcaci 4,5,6,7:benar putri yang cantiiiiiiiiik
Putri salju              : terima kasih teman-teman, daku jadi malu.oh yukk kita makan sama-sama daku sudah buatkan makanan special ala chef farah,tapi bukan farah queen tapi parah banget. He he.

Mereka pun makan dengan lahapnya.dan semenjak itu tinggalah putri salju di hutan bersama dengan teman-teman barunya.suasana hutan yang dulunya sunyi senyap kini telah berubah ramai atas kehadiran sang putri.dan pada malam-malam tertentu sang putri, tak segan-segan menghibur dengan suara emasnya dengan mengadakan konser yang bertajuk”satu jam bersama putri salju”acaranya pun selalu terbilang sukses tanpa ada kerusuhan.

Lain di hutan lain di istana tampak sang permaisuri sedang uring-uringan ,bolak-balik kayak setrikaan belum panas.beberapa hari ini sang permaisuri memang selalu browsing di internet dengan laptop Acer miliknya yang di beli di Uni Emirat Arab.di salah satu situs menyebutkan ada seorang gadis yang tinggal di sebuah hutan,gadis itu bernama putri salju,di situs itu juga menyebutkan kalau gadis itu merupakan gadis tercantik versi majalah People,terbitan amerika.inilah yang membuat hati sang permaisuri selalu gundah gulana takut tersaingi.dengan akal jahatnya sang permaisuri pun menyusun rencana.

Pagi itu seperti biasanya di hutan semua orang telah melakukan aktifitasnya masing-masing.para kurcaci pun telah pergi untuk mencari makanan dan kayu bakar untuk keperluan sehari-hari di dalam hutan.di rumah tampaklah putri salju yang sedang menyapu.sedang asyik menyapu tiba -tiba di kejutkan oleh suara parau dan serak.

Nenek                    :cucuku yang cantik kemari nak,sang nenek berkata
Putri salju              :nenek panggil saya,
Nenek                    :iya cah ayu(oon banget,dalam hati)ayo nak kemari
Putri salju              :ada apa nek?nenek haus,saya ambilkan minum ya,tunggu sebentar ya nek
Nenek                    :nehi,nehi,tidak-tidak nenek tidak haus,secara gitu loch
Putri salju              :lantas nenek mau apa?
Nenek                    :nenek hanya mau memberikan buah apel ini untukmu macan(manis dan cantik)
Putri salju              :tapi nek ini kan apel harganya mahal loch
Nenek                    :jangan pikirkan soal harga ,yang pentingkan kualitasnya nenek berpromosi
Putri salju              :tapi nek?????
Nenek                    :jangan banyak tapi-tapian cucuku ,nenek ikhlas kok memberikannya untukmu dan kalau kau makan buah ini kecantikanmu sama dengan Princes Syahrini.
Putri salju              :Syahrini nek?
Nenek                    :bukan Zamroniiii… he he
Putri salju              :ahh nenek bisa aja,ngelawaknya.tapi nek
Nenek                    :iya dong nenek kan mantan anggota srimulat,udah ambil aja.
Putri salju              :terima kasih nek,
Nenek                    :iya cucu ku sama-sama,dah nenek pergi dulu yah,jumpa lagi…

Setelah memberikan buah apel tersebut sang nenek misterius itu pun meninggalkan putri salju. Saat Putri Salju hendak makan apel itu, tiba2 Juliet datang, dan mencegahnya….

Juliet                      : Tunggu….. tahukah kamu siapah nenek itu, darimana ia berasal, apakah dia nenek pada umumnya, atau hanya sekedar ingin mencari sensasi, popularitas, mau tau jawabanya? jawabanya dia adalah ibu tiri putri salju yang menyamar menjadi seorang nenek tua dan apel yang di berikan untuk putri salju adalah apel yang telah di beri racun.
Putri Salju             : lho kamu siapa? Kok tiba2 datang… menyelamatkanku dari apel beracun itu???
Juliet                      : Menyelamatkanmu? Bukaaan… aku justru mau minta apel itu. Kenalkan… aku Juliet… pasangan Romeo di panggung sebelah….
Putri Salju             : lho kok ke sini? Salah kamar dong? Di sini kan panggung Putri Salju dan kurcaci….
Juliet                      : biarin. Aku bosen. Dari dulu kok pasangannya sama Romeo mulu. Bosen tauk! Pingin yang lain… makanya aku minta apelnya dong. Kita bagi dua deh…

Akhirnya Juliet dan putri salju makan apel tersebut, lalu berdua pingsan seketika dan tak bangun-bangun lagi. para kurcaci yang melihat kejadian itu langsung menangis histeris dan tak tau apa yang harus di lakukanya.akhirnya para kurcaci memutuskan untuk memanggil dukun atau pun paranormal seperti ki joko bodo atau pun ki kusumo untuk menyadarkan kembali sang putri.baik.ki kusumo atau pun ki joko bodo tak bisa berbuat banyak,yang bisa menghidupkan sang putri adalah ciuman dari seorang pangeran yang baik hati,rajin menabung,dan tidak sombong.

Singkat cerita

Pada suatu hari ada seorang pangeran Hero bersama Hulubalang Imam yang tidak biasa yang tersesat dalam hutan tersebut.dan dia pun menemukan rumah kurcaci dan melihat dua orang gadis cantik dalam peti yang di taburi bunga aneka warna yang wangi semerbak sepanjang hari. Sang kurcaci pun bercerita kalau gadis itu bernama putri salju.dia terkena sihir jahat, sang putri baru bisa hidup kembali apabila ada seorang pangeran yang menciumnya. Namun sang pangeran enggan menciumnya…. Sang Pangeran malah miscall tuan puteri… Karena ring tone HP Puteri Salju kenceng dan norak, ia pun segera terbangun dan semuanya bersorak gembira.

Putri Salju             : Terima kasih pangeran… siapakah sebenarnya pangeran ini??
Pangeran Hero    : aku penguasa wilayah Mamprang Papatan di lereng tugu pancoran…
Putri Salju             : oh… pangeran datang untuk membawaku pergi?
Pangeran Hero    : iya. Karena aku butuh Kasi pelayanan di wilyah kerjaku… hayuk buruan, masih banyak SPT yang belum selesai diteliti.

 Pangeran dan putri salju beserta para kurcaci pun pergi beriringan….

Bagaimana nasib Juliet??? Seorang yang salah masuk panggung itu masih tertidur sendirian di sana, hingga akhirnya…. Hulubalang Imam yang tidak biasa sang pendamping pangeran Hero itu  mendekati Juliet…

Imam yang tidak biasa                      : Juliet…. Bangun… mau pulang ke bogor bareng nggak??

Bersama Risa, pak Imam dan bu Juli berangkat pulang ke Bogor. 

Demikianlah akhir cerita hari ini, sampai ketemu di dongeng selanjutnya.

Di sana gunung, di sini gunung, di tengah-tengahnya Pulau Jawa. Wayangnya bingung, dalangnya juga bingung, yang penting bisa ketawa. Ketemu lagi di Opera Van Jampang... Yaa... Eeee...!


Sinden kembali menyanyi….

Teman Kantor

Teman kantor,
Tersebab ada kata kantor
Mereka merasai teman kantor
bukan teman.
"Oh itu temanmu?"
"Bukan, dia itu teman kantor"

Tersebab ada kata kantor,
Mereka terdidik membuat jeruji formal
Kecintaan, kasih, sayang, persaudaraan
Tersekat, kerdil dan kering
"Oh itu temanmu?"
"Bukan, dia itu teman kantor"

Padahal setiap hari kita berbagi udara
Padahal setiap hari kita berbagi nafas
Bekas nafasmu aku hirup,
Bekas nafasku kamu hirup

Kita duduk berhadapan, kita duduk berdampingan
Kita hidup dalam satu ruangan, satu gedung... KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan.

Setiap hari kita berbagi nafas
Bekas nafasmu aku hirup, bekas nafasku kamu hirup.
"Oh itu temanmu?"
"Bukan, dia itu Saudaraku"
Di kantor setiap hari kami berbagi.

Puisi karya Bapak Heru Narwanta,
Kepala kantor kami, ayah kami, Saudara kami.
Dibacakan saat malam keakraban, dalam ICV Kemenkeu 2014 di Caringin, 22-23 Agustus 2014

Kamis, 14 Agustus 2014

Pengubah atau Terubah

Dulu sering nggaya dengan sesumbar bahwa "lingkungan itu gue yang bikin" saat masuk dalam lingkungan baru, ternyata butuh banyak energi dan strategi untuk beradaptasi.

Kuncinya memang kemampuan dan kemauan untuk terus belajar. Jika berfikir bahwa lingkungan ini tidak ideal,  maka mestinya kita segera susun strategi untuk lakukan perubahan.

Salah satu jurus perubahan itu adalah menggunakan riak-riak kecil untuk memancing gelombang. Riak-riak kecil itu bisa saja serupa bongkahan batu bata pada dinding bangunan suasana yang kita inginkan. Setiap riak-riak kecil itu kita lekatkan sesuai pola besar yang telah kita tetapkan untuk membangun gelombang perubahan yang lebih dahsyat.

Entahlah....

Senin, 30 Juni 2014

FASILITAS NEGERI AKHIRAT KEPADA ORANG YANG BERPUASA

KURMA (KUliah RaMAdhan) hari pertama di masjid Al-Hikmah KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan, oleh Ust. M. Rosyid Bakhabazi, Lc.

Masa Kenabian Rasullahu SAW adalah 23 tahun, terbagi menjadi dua bagian:
1. Makiyah, tahun kenabian, lamanya 13 tahun. Adalah masa Tarbiyah Imaniyah.
2. Madaniyah, tahun hijriah, lamanya 10 tahun. Adalah masa peletakkan hukum-hukum Islam.

Kewajiban puasa diberlakukan pada tahun ke-2 Hijriyah, bersamaan dengan tahun diberlakukannya hukum zakat. Sedangkan kewajiban Haji diberlakukan pada tahun ke 6 Hijriyah.

Mengapa pemberlakuan kewajiban puasa itu di-ta’khirkan? Adalah karena ibadah puasa membutuhkan bekal kekuatan keimanan yang memadai. Seperti halnya larangan khamr yang diberlakukan secara bertahap, karena jika sekaligus akan berakibat beratnya dilaksanakannya kewajiban itu.

Puasa itu mendidik manusia untuk selalu berorientasi ke akhirat. Karena fasilitas-fasilitas yang dijanjikan bagi yang melakukan ibadah puasa itu hal-hal yang abstrak, ghoib, bersifat ukhrawiy.

Fasilititas-fasilitas itu seperti: ampunan bagi dosa-dosa, juga pintu khusus ke Surga bagi para ahli puasa yang dinamakan pintu Ar-Rayaan.

Semoga kita sukses dalam jalani puasa tahun ini, dan dapat mengantarkan kita untuk memasuki surga melalui pintu “Ar-Rayaan”.

Aamiin.

Jumat, 27 Juni 2014

Tarhib Ramadhan 1435 H di Masjid Al-Hikmah KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan.

“Kita sedang berada dalam antrian menuju loket kematian…” Kalimat ini dipilih sebagai kalimat pembuka oleh Ust. Hidayatur Rahman, saat memberikan taujih dalam acara Tarhib Ramadhan 1435 H di Masjid Al-Hikmah KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan, Kamis tanggal 26 Juni 2014.
Lalu dilanjutkan dengan penjelasan tentang 3 (tiga) hal yang kita butuhkan untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, yaitu: N-P-P.

N adalah Niat. Niat itu visi sekaligus motivasi. Untuk menjadi pribadi yang berkarakter. Dan karakter memiliki 8 tangga,  dengan 3 tangga pertama di pikiran yaitu: (1) Lintasan pikiran, (2) Memori, dan (3) Gagasan. Sedangkan 2 tangga berikutnya ada di hati, (4) Kemauan, (5) Tekad. Selanjutnya ada di prilaku, (6) Tindakan, (7) Kebiasaan, (8) Karakter.
Puasa adalah sarana membangun karakter yang kuat. Puasa dapat menjadikan kita memiliki “kecerdasan kemalangmelintangan”, adalah kecerdasan untuk selalu dapat menghadapi kesulitan dalam kondisi apapun.

P (yang pertama) adalah Persiapan. Ada empat persiapan:  (1) persiapan akal dengan ilmu, (2) persiapan hati dengan dzikrulloh, (3) persiapan harta dengan rencana keuangan, (4) persiapan fisik dengan olah raga yang cukup.

P (yang kedua) adalah Perencanaan. Qur’an surat Al-Hasyr ayat (18) “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Ayat tentang perlunya membuat rencana untuk "hari esok" berdasar analisa data yang telah terjadi.
Sesuai survey 97% orang sukses itu karena memiliki personal goal. Hanya 3% orang sukses yang merasa sekedar kebetulan saja.

Mari bersama rencanakan aktivitas Ramadhan kita, semoga Alloh selalu memberkati, sehingga kita bisa sukses menjalani "Institut Ramadhan" di Masjid Al-Hikmah KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan.

Aamiin.

Kamis, 19 Juni 2014

Kita putuskan saja, kita BAHAGIA sekarang juga...

Ini tentang kapan kita putuskan untuk bahagia....

Terkadang kita sendiri yang membuat tembok atas kebahagiaan kita. Dengan membuat syarat-syarat yang sebenarnya tidak perlu. Seperti kalimat "Alangkah bahagianya nanti setelah pensiun." atau "alangkah bahagianya jika aku tidak lagi di kantor ini." Padahal dari kalimat itu, kita sedang menyatakan bahwa "Saya saat ini tidak sedang bahagia."

Cobalah untuk selalu menganggap bahwa hari ini adalah hari pertama kita dari rangkaian hari-hari terakhir kita.

......

Senin, 14 April 2014

Bekerja sebagai Ibadah

Kesan pertama di kantor baru, mungkin tak bisa mencerminkan yang sebenarnya, namun paling tidak ini bisa jadi bekalku untuk mengisi banyak waktuku nanti. Karena bagaimana pun juga akan banyak jam yang aku habiskan di setiap harinya di kantor ini.

Adalah pesan dalam billboard di halaman kantor yang menarik perhatian di saat pertama aku melangkah ke kantor ini.


"Bekerja sebagai ibadah.."
hmm,... relegius.

Ternyata kalimat tersebut tidak sekedar slogan, karena tema ini juga menjadi pesan pertama bapak Kepala Kantor saat memberikan pengarahan dalam Acara Pisah Sambut kami.

" Apapun yang kita lakukan di dunia ini pasti akan dimintai pertanggungjawaban." pak Heru Narwanta membuka dengan kalimat ini, lalu berjalan ke arah kami. Melirik ke salah seorang pegawai yang sedang hamil tua, tatapan matanya seolah berkata "ini contohnya". Kami tertawa.

" Termasuk uang gaji yang kita terima, berapa rupiah pun itu pasti akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena itu dalam doa sore, cobalah kita serius berdoa, tinggalkan semua pekerjaan, lalu kita bersama ingat-ingat kembali apa yang telah kita lakukan hari ini. Kita evaluasi. Apakah yang kita kerjakan hari ini pantas dan sesuai dengan rupiah yang telah kita terima dalam gaji kita?"

Terkait hal ini, dalam kesempatan yang berbeda Bapak Kepala Kantor juga menambahkan saat mengadakan pertemuan khusus untuk para pegawai baru... " Bisa jadi, para pekerja bangunan di luar sana akan lebih cepat masuk surga dibanding kita, karena dia bekerja dulu baru digaji. Jika dia tidak bekerja dengan benar akan dipecat. Sehingga pertanggungjawaban di akhirat sana menjadi lebih mudah untuknya. Berbeda dengan kita, sebagai pegawai negeri sipil, kita sudah digaji di awal bulan. Lalu di setiap hari kita bekerja itu untuk membayar utang kita pada negara. Jika ada menit-menit yang kita lalaikan, mestinya kita harus bayarkan esok hari, sementara hari esok itu adalah waktu kita membayar utang kita yang lain. Bagaimana kita bisa pertanggungjawabkan itu nanti di akhirat?."  

"Bekerja sebagai ibadah" adalah kalimat yang indah untuk menjadi dasar kita memahami arti integritas dan profesionalisme. Dua nilai dari lima nilai yang dimiliki Kementerian Keuangan.

"Bekerja sebagai ibadah" adalah kalimat dari langit, penggalan kata yang semakna dengan firman Alloh dalam surat Adz- Dzariyaat ayat 56 "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."

Wallohu a'lam.

Selasa, 03 September 2013

Kuliner, Sinergi rasa dan Komunikasi



Kuliner ternyata memang bukan hanya perkara makan saja. Ada seni di sana. Seni bagaimana menyinergikan rasa. Bagaimana menikmati sajian, dengan daya dukung suasana. Bagaimana keindahan lilin dan lampu taman, juga musik yang bisa menjadi bagian dari kelezatan rasa dalam sajian makan malam. Ini memang tentang sinergi rasa.

Jika boleh aku gunakan istilah Filosoup-i, adalah Filosofi Soup. Sebuah cara pandang atas kehidupan yang diibaratkan sop. Sop kehidupan; yang terdiri dari kesegaran rasa gurih, juga asinnya perhatian, pedasnya rasa marah, mungkin juga sedikit rasa manisnya kegembiraan…. Menyatu dalam sajian sop kehidupan.

Karena pada akhirnya kita butuh komposisi. Seperti racikan rasa pada masakan kita. Menaburkan gula dalam kopi pun bisa jadi banyak cara. Dan setiap cara akan hasil rasa manis yang berbeda. Gula bisa saja kita tuang terlebih dahulu dalam gelas, bisa pula gula ditaburkan saat air mendidih sudah tersedia dalam gelas, bisa pula gula tak perlu kita aduk melainkan kita biarkan larut oleh panasnya air yang mendidih. Ini pelajaran tentang komunikasi, di mana saat kita sampaikan kepada pihak yang sama bisa jadi beda hasil, jika beda waktu. Kita butuh saat yang tepat dan cara yang tepat untuk sampaikan pesan kita.... [bahan  pembukaan untuk acara perpisahan bapak RS. Suworo]

Kamis, 11 Oktober 2012

Sinergi The Avengers Team, 1+1>2



(Tulisan Ziza, seorang fiskus yang penyuka film)
Sudah pernah nonton The Avengers tentunya ya?? Film blockbuster yang direlease akhir April 2012 ini sukses meraup Rp.13.2 Triliun dalam waktu satu bulan saja. Tentu saja bukan kesuksesan The Avengers dalam meraup penghasilan fantastis yang memukau saya hingga ingin menuliskan sesuatu tentang film ini.
The Avengers mengajarkan saya tentang satu hal menarik, sinergi. Sesuatu hal yang mudah diucapkan namun sangat sulit untuk dilaksanakan. Terutama karena sinergi melibatkan bukan hanya satu orang, tetapi banyak orang dalam pelaksanaannya.
Ketika awalnya kita bicara mengenai bakat yang dimiliki para Avenger mungkin akan terbayang bila Thor -dengan kekuatan palunya yang sanggup menghancurkan apa saja-, Iron Man -dengan teknologi baju roboticnya yang super canggih-, Captain America -yang kuat-, Hulk -yang cerdas dan kuat-, Hawkeye sang Legolas modern, serta Black Widow -yang mumpuni dalam bertarung- akan dengan mudah menghancurkan kekuatan musuh dalam waktu singkat dan tentu saja, mudah.
Akan tetapi, bakat-bakat unggulan itu dibarengi dengan sifat yang fatal, yaitu ego yang tinggi. Captain Amerika merasa bahwa dialah prajurit senior yang seharusnya memimpin koordinasi para Avenger, sedangkan Iron Man merasa bahwa dia sebenarnya bisa mengalahkan musuh-musuhnya itu dengan teknologi yang dimilikinya, tanpa bantuan superhero lainnya. Lain halnya dengan Hulk yang sensitif dan sering emosi ketika mendengar kritikan dari Thor yang merasa dirinya dewa. Hanya Black Widow dan Hawkeye -yang notabene hanya manusia biasa tanpa kekuatan super sangar-  yang bersifat kalem serta tertata emosinya melihat para superhero lain berlomba saling meninggikan egonya.
Lalu, bagaimanakah nasib penduduk bumi yang menggantungkan kelangsungan masa depannya pada pundak mereka? Ketika Avengers masih sibuk berseteru dan sempat bertarung sendiri-sendiri dengan para alien yang jumlahnya ribuan pastinya banyak korban tak bersalah yang jatuh dan mati sia-sia. Hal itulah yang menyadarkan para Avenger untuk terus bersinergi. Menggabungkan kelebihan kekuatan yang mereka miliki untuk membela penduduk Bumi. Berkoordinasi mengenai strategi dan akhirnya kompak bahu membahu melawan para alien jahat.
Anda tentu dapat membayangkan susahnya menggabungkan enam orang superhero dengan bakat (dan ego) yang tinggi dalam satu visi dan misi. Dalam film tersebut diceritakan butuh waktu (dan tentu saja kerelaan) bagi para superhero untuk akhirnya  bersatu dan kompak menghadapi musuh yang tangguh. 
Nah, dari cerita panjang The Avengers tersebut, dapatkah kita mengambil sesuatu yang penting untuk digarisbawahi dalam keberlangsungan Direktorat Jenderal Pajak tercinta ini? Kalau saya, tentu saja bakat unggul para DJP’ers serta keberagamannya.
Di Direktorat Jenderal Pajak, walaupun dituntut untuk “bisa” dalam berbagai bidang, tentunya akan ada pegawai-pegawai yang unggul dalam bidang atau keahlian tertentu. Kita bisa melihat kelihaian Bapak Dedi Rudaedi berbicara dalam berbagai media menghadapi pemberitaan negatif DJP belakangan ini.
Pun begitu, di level bawah, saya pribadi kagum dengan para pegawai yang terpilih sebagai Pegawai dengan Kinerja Terbaik Tahun 2012 (kebetulan saya terlibat sebagai panitia acara) kemarin. Ketika bertemu dengan mereka, terasa sekali atmosfer unggul itu positif.
Dalam pikiran saya, langsung tergambar bahwa mereka pasti pegawai yang benar-benar profesional seperti para Avenger itu. Memiliki bakat dan pemikiran lebih maju dalam pekerjaan mereka. Walaupun tak berbicara banyak, presentasi mereka menyingkapkan banyak hal mengenai ide dan pemikiran cerdas tentang pekerjaan yang dihadapi dalam kesehariannya.
Tetapi, apakah dalam keseharian itu, mereka bekerja sendiri? Apakah mereka tergolong “one man show” yang kelihatan unggul dalam pribadi namun payah dalam kerjasama tim?
Ah, singkirkan jauh-jauh perasaan itu. Sifat egois dalam pribadi mereka tak kelihatan sama sekali tuh. Yang ada malah sifat ingin memperbaiki DJP secara bersama-sama, bersinergi dan satu kesatuan tim. Karena mereka menyadari bahwa sinergi itu penting sebagai salah satu nilai-nilai Kementerian Keuangan.
Pandangan saya sendiri, sinergi kadang sesuatu yang “langitanbanget. Apalagi bila bertemu dengan orang-orang berbakat  yang cenderung one man show . Wah, sudah pasti ego tingginya yang akan selalu dikedepankan.
Terlalu pesimis, eh?? Mungkin saja. Untung saja pikiran buruk saya perlahan-lahan bergeser dengan bertemunya saya dengan orang-orang berbakat yang positif. Selain bertemu dengan para petugas yang terpilih sebagai Pegawai Berkinerja Terbaik tahun 2012,  saya juga bertemu dengan orang-orang positif di Forum Pelayanan Kanwil DJP Jawa Tengah I.
Dalam forum tersebut terasa sekali bahwa sinergi bukan sesuatu mengenai keseragaman, bahkan dibutuhkan keragaman dalam mencapainya. Keragaman dan perbedaan potensi tersebut saling mengisi dalam level sistem, sehingga menimbulkan efek 1+1>2.
Waw, benarkah? Pasti benar. Dalam salah satu artikel yang saya baca, sinergi berkaitan erat dengan salah satu sifat dari sistem, yaitu emergence.  Emergence adalah sifat yang muncul ketika elemen-elemen dalam sistem tersebut disatukan dan dirangkai menjadi system properties yang tentu mempunyai fungsi beberapa kali lipat dibandingkan bila element-element properties tersebut bekerja sendiri.
Gampangnya, hal tersebut dapat saya lihat pada menu makan siang saya yang terdiri dari nasi putih dengan lauk rendang dan sayur daun singkong. Paduan pas dari elemen-elemen makan siang saya membuat nilai tambah yang membuat saya lebih berselera makan daripada saya harus makan nasi putih saja atau malah daging atau sayur singkong secara terpisah.
            Lalu, bagaimana menyatukan segala macam perbedaan tersebut supaya pas dipadukan dan saling mengisi, bukan saling bersaing atau malah menyerang? Jawabannya adalah niat baik, pengertian, sangka baik, saling menghormati dan saling percaya.
Niat baik akan menjadikan awal suatu pekerjaan terasa lebih ringan dan bersemangat, seperti halnya semangat dr. Bruce Benner (Hulk) dalam pekerjaannya sebagai peneliti. Pengertian akan membuat batas kesabaran seseorang terhadap kelemahan yang lain menjadi lebih baik seperti sifat pangerten sang Captain America, sedangkan sangka baik, saling menghormati, dan saling percaya akan membuat tim lebih solid serta lebih maksimal sebagaimana Avengers Team dalam menghadapi musuh-musuhnya.
Off course, it’s always easier to say than to do. Tapi semua harus belajar, belajar itu sendiri tidak terbatas waktu dan tempatnya bukan? So come on, lets start to learn about 1+1>2. The whole is greater than the sum of its elements

Selasa, 13 Maret 2012

PNS yang tidak boleh kaya


Ada yang bilang PNS tidak boleh kaya, tapi itu tidak masalah, karena memang tak ada dalam cita2 menjadi kaya; dan tak harus kaya kan untuk jadi bahagia...
Mas Noer Nurkidin Kata siapa ga boleh kaya ???? hahahahahaha, Kaya hati dengan perbanyak shodaqoh, Kaya Ilmu dengan berbagi ilmu yang bermanfaat, Kaya Fikir dengan memikirkan nasib kita setelah mati, Kaya Jiwa dengan perbanyak istighfar.....
'Erwin Saripudin As' maksud nya, mungkin : PNS tidak boleh kaya, kalau mau kaya jangan jadi PNS atau dibalik Kalau mau kaya jangan jadi PNS, karena PNS tidak boleh kaya ... he he he
Ashari Mazmei lebih baik PNSBAHAGIA......... trus yang lainnya boleh ikutan donk
Hapsari A Wibowo adakah dalam hati kita yang tak punya cita2 untuk kaya...hayooo jujur....
Nugroho Putu Warsito jujur: tidak... hehehe... jika harus kaya itu semata tugas yang harus dijalankan saja.... Kerja keras harus, tapi kaya atau tidak kaya itu hanya akibat saja....
Freds Rajendra klo mo kaya ya bisnis aja kaya Rosul....
Hapsari A Wibowo hi..hi...setiap kerja keras kan pasti ada target2 yang di capai..semoga masih banyak PNS yang jujur, kaya, banyak sodaqoh dan berbahagia....
Nugroho Putu Warsito kerja keras - kaya/miskin (sama saja) - bermanfaat - takwa - bahagia
Freds Rajendra kan bukannya kita juga harus kaya supaya bisa memberi yg miskin...
Nugroho Putu Warsito orang kaya lebih mudah untuk bermanfaat bagi orang lain, namun tidak harus kaya untuk menjadi bermanfaat.... hehehe
Freds Rajendra judulnya kaya boleh kan...???
Freds Rajendra punya duit 1 milyar aja dah disorot...???susah emang orang Indonesia
Freds Rajendra udah ntar beli safety box yg besar aja...ga usah simpen di bank
Su Hartono  Katanya untuk menghitung kekayaan yg sesungguhnya adalah berapa harta yg dibelanjakan di jalan yg benar. Jadi semakin kaya maka jumlah harta yg masih dimilik (tertitipi)i semakin sedikit, demikian sebaliknya kalau ada orang punya rekening gedut mungkin saja dia orang miskin karena tidak ada harta yg dibelanjakan di jalan yg benar
'Hildan Salam Smangat Siapa pun boleh kaya kok Pak. Yang melarang PNS utk kaya hanya belum bijaksana dlm memandang hidup ^_^
Moch Romadhon Budi Yuwono kaya & bahagia adl pilihan, menjadi kaya & bahagia banyak cara & pilihannya, maka pilih cara kaya & bahagia ala Rasulullah & para Sahabat......
Hesti Kurniasih klo kaya bs lebih banyak menolong orang dengan kekayaan yg dimilikinya :D
Nugroho Putu Warsito jika tidak bercita-cita kaya, kita lebih mudah untuk bahagia dalam kondisi kaya maupun miskin...

Jadi setelah coba direnungkan, diperbincangkan dengan beberapa pihak, tetap saja… tidak ada dalam daftar “keinginanku” untuk menjadi kaya.  Kaya bagiku adalah hasil saja, hanyalah konsekuensi logis dari kerja keras. Itu pun belum tentu, karena kadang kerja keras sekali pun tidak membuat kita menjadi kaya, dan itu tak masalah. Kaya menjadi mimpi, menjadi cita-cita, menjadi keinginan, hanya akan menciptakan sakit hati saat tidak bisa mencapainya. Coba bandingkan jika yang menjadi cita-cita, mimpi, harapan itu “bahagia”…. Maka, bahagialah kita, dengan kaya ataupun tidak kaya. Karena tak harus menjadi kaya untuk bisa bahagia. Karena bahagia itu cara pandang sebagai mana cerdas itu gaya hidup.
Lalu apa bahayanya bercita-cita menjadi “kaya”? Sebenarnya sih tidak apa-apa. Namun berpotensi pada kesalahan cara pandang. Dengan menjadikan “kaya” sebagai cita-cita itu seperti mengkerdilkan cita-cita kita untuk sekedar “kaya”. Oh ya, maaf, pengertian “kaya” di sini itu “kaya” harta ya… bukan kaya secara lebih umum, seperti kaya hati, kaya cinta…

Ingin menjadi Kaya harta, itu adalah salah satu sebab kerusakan system sosial kita. Karena keinginan tersebut bisa mengundang seseorang menjadi “curang“.